Download Materi MGMP SMP Negeri 6 Majalengka

Alhamdulillah, MGMP SMP Negeri 6 Majalengka telah dapat terselenggara sebanyak 3 kali pertemuan. Mudah-mudahan kita tetap bersemangat mengikuti 5 pertemuan yang tersisa untuk TA 2011/2012 ini.

Bagi bapak/Ibu guru yang memerlukan materi presentasi MGMPS dapat mendownloadnya di sini.

No.

Bulan/Tahun

Materi

Insruktur

Download

1. Nopember 2011 Prosedur Penetapan KKM Tatang Sutrisna, S.Pd. Download
2. Desember 2011 Teknik Penyusunan Silabus dan RPP Ika Wulan, S.Si. Download
3. Januari 2012 Model-model Pembelajaran Tatang Sutrisna, S.Pd. Download
4. Februari 2012 Penilaian hasil belajar yang mengacu pada standar penilaian di SMP Wiwin Winawati, S.Pd. Download
5. Maret 2012 Analisis Hasil Ulangan Dra. Etih Download
6. April 2012 Penyusunan Program Remedial dan Pengayaan Yuyun Yuningsih, S.Pd. Download
7. Mei 2012 Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas Atih Novila, S.Pd. Download
8. Juni 2012 Penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Opih Sopiah, S.Pd. Download

Ujian Nasional 2012

Buat kamu para pelajar di Indonesia, Ujian Nasional 2012 sudah di depan mata. Jadwal ujian sudah dipublikasikan oleh Depdikbud dan BNSP.

Ayo semuanya bersiap untuk UN, khususnya buat kamu para pelajar kelas IX SMP. Banyak-banyak berlatih ya… Kisi-kisi soal UN 2012, dan soal latihan UN 2012 bisa kamu dapatkan di sini. Bisa latihan online juga lo…

Kisi-kisi UN 2012 bisa didownload di sini.

Latihan soal UN  Matematika SMP bisa didownload di sini.

Buat para pengguna facebook, try out UN 2012 online Matematika SMP bisa diikuti di sini.

Semoga bermanfaat…

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Pada zaman sekarang ini, model-model pembelajaran yang hanya menekankan pada kemampuan mengingat (memorizing) dan menghafal (rote learning) dan tidak menekankan pada kemampuan bernalar (reasoning), memecahkan masalah (problem solving), dan pemahaman (understanding), sehingga sudah tidak relevan lagi untuk diguanakan pada saat ini (Fajar Shadiq, 2009). Salah satu model pembelajaran yang dapat menggantikan model pembelajaran konvensional adalah model pembelajaran kooperatif. Tidak semua kegiatan belajar kelompok dapat dikatakan sebagai belajar kooperatif. Belajar kooperatif adalah suatu jenis belajar kelompok yang memiliki kekhususan sebagai berikut :

  1. setiap anggota kelompok terdiri atas anggota yang heterogen (kemampuan, jenis kelamin, dan sebagainya);
  2. ada ketergantungan yang positif di antara anggota kelompok, karena setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan melaksanakan tugas kelompok dan akan diberi tugas individual;
  3. kepemimpinan dipegang bersama, tetapi ada pembagian tugas selain kepemimpinan;
  4. guru mengamati kerja kelompok dan melakukan intervensi bila perlu;
  5. setiap anggota kelompok harus siap menyajikan hasil kerja kelompok (Krismanto, 2000, dalam Fajar Shadiq, 2009).

Model pembelajaran kooperatif memiliki beberapa jenis kegiatan belajar kooperatif, di antaranya circle of learning, grup penyelidikan, co-op co-op, jigsaw, Numbered Head Together (NHT), Team Assisted /Accelerated Instruction (TAI), dan Students Teams-Achievements Divisions (STAD). Namun yang akan diuraikan pada bab ini adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD.

STAD dideskripsikan sebagai tehnik pembelajaran kooperatif yang paling sederhana mengacu kepada metode pembelajaran berkelompok. Dalam pendekatan STAD, para siswa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 -5 siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah, serta memiliki latar belakang kehidupan dan jender yang berbeda. Pada setiap pertemuan, guru menerangkan materi melalui ceramah, diskusi kelas, atau bentuk presentasi guru yang lain. Anggota kelompok lalu bekerjasama mengerjakan lembar kerja yang telah dibuat guru untuk memperluas dan menguatkan materi yang telah diajarkan guru. Lalu setiap anggota kelompok akan mengerjakan kuis untuk mempertegas bahwa tugas mereka tidak hanya untuk mengerjakan lembar kerja, tapi benar-benar untuk memahami konsep yang telah dijelaskan guru. Guru menegaskan kepada setiap anggota kelompok bahwa tugas mereka belum selesai sebelum semua anggota kelompok memahami materi yang telah diterangkan guru. (Armstrong, Scott, Palmer, Jesse, 1998).

Langkah-langkah penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sebagai berikut:

  1. guru menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai;
  2. guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individu sehingga akan diperoleh nilai awal kemampuan siswa;
  3. guru membentuk kelompok, setiap kelompok terdiri daru 4-5 orang yang heterogen;
  4. guru memberikan tugas kepada kelompok berkaitan dengan materi yang telah diberikan;
  5. siswa mendiskusikan tugas yang diberikan oleh guru, saling membantu antar anggota, serta membahas jawaban tugas yang diberikan oleh guru. Tujuan utamanya adalah agar setiap anggota kelompok dapat menguasai konsep dan materi;
  6. guru memberikan tes akhir kepada setiap individu;
  7. guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada materi pelajaran yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut;
  8. guru memberi penghargaan kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari nilai awal ke nilai kuis berikutnya.

Menurut Slavin (1995, dalam Fajar Shadiq, 2009), guru memberikan penghargaan kepada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar dari nilai dasar (awal) ke nilai kuis/tes setelah siswa bekerja dalam kelompok.

Langkah-langkah memberi penghargaan kelompok :

  1. menentukan nilai dasar (awal) masing-masing siswa. Nilai dasar (awal) dapat berupa nilai tes/kuis awal atau menggunakan nilai ulangan sebelumnya;
  2. menentukan nilai tes/kuis yang telah dilaksanakan setelah siswa bekerja dalam kelompok, yang kita sebut dengan nilai kuis terkini;
  3. menentukan nilai peningkatan hasil belajar yang besarnya ditentukan berdasarkan selisih nilai kuis terkini dan nilai dasar (awal) masing-masing siswa dengan menggunakan kriteria berikut ini :

Kriteria

Nilai Peningkatan

Nilai kuis/tes terkini turun lebih dari 10 poin di bawah nilai awal

5

Nilai kuis/tes terkini turun 1 sampai dengan 10 poin di bawah nilai awal

10

Nilai kuis/tes terkini sama dengan nilai awal sampai dengan 10 di atas nilai awal

20

Nilai kuis/tes terkini lebih dari 10 di atas nilai awal

30

Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan rata-rata nilai peningkatan yang diperoleh masing-masing kelompok dengan memberikan predikat cukup ,baik, sangat baik, dan sempurna. Kriteria untuk status kelompok (Muslimin dkk, 2000, dalam Fajar Shadiq, 2009) :

  1. cukup, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok kurang dari 15;
  2. baik, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok antara 15 dan 20;
  3. sangat baik, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok antara 20 dan 25;
  4. sempurna, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok lebih dari atau sama dengan 25.

Mathematics Mobile Learning

Saat ini teknologi berkembang dengan sangat pesat. Hampir semua aspek kehidupan manusia telah menggunakan teknologi untuk mempermudah  melakukan aktifitas dalam hidupnya. Demikian juga dengan aspek pendidikan dan pembelajaran. Perangkat-perangkat teknologi bergerak saat ini memiliki kecenderungan baru yang memungkinkan pembelajar untuk melakukan pembelajaran secara mobile, atau yang dikenal dengan mobile learning.

Mobile learning adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan perangkat mobile. Dalam hal ini, perangkat tersebut dapat berupa PDA, telepon seluler, laptop, tablet PC, dan sebagainya. Dengan mobile learning, pengguna dapat mengakses konten pembelajaran di mana saja dan kapan saja, tanpa harus mengunjungi suatu tempat tertentu pada waktu tertentu. Jadi, pengguna dapat mengakses konten pendidikan tanpa terikat ruang dan waktu.

Pada awal tahun 2008, Pusat Pengkajian dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia telah meluncurkan Mathematics Mobile Learning (MML) yang berisi konten pendidikan/pembelajaran matematika dengan harapan dapat lebih memperkaya pembelajaran alternatif di bidang matematika. Untuk dapat mengakses program ini, diperlukan peralatan berupa ponsel yang mendukung aplikasi software Java dan WAP. Untuk transfer dan instalasi aplikasi, dapat digunakan teknologi GPRS/CDMA, bluetooth, infrared, dan teknologi sejenis lainnya.

Aplikasi-aplikasi MML dibagi menjadi dua bagian, yaitu aplikasi yang berbasis berbasis Java dan aplikasi berbasis WAP. Aplikasi MML berbasis Java merupakan aplikasi perangkat lunak pembelajaran yang dikembangkan dengan teknologi Java 2 Mobile Edition (J2ME). Aplikasi ini dapat diinstal dan dijalankan pada telepon selular yang mendukung Java.  Fungsi-fungsi dari aplikasi MML berbasis Java ini  adalah untuk melayani fungsi menu browsing, content browsing, dan navigasi. Menu browsing adalah tampilan menu utama aplikasi yang berisi daftar judul materi yang ada dalam aplikasi. Content browsing adalah tampilan materi pembelajaran yang berupa teks dan gambar.  Navigasi adalah fungsi untuk memunculkan dan memilih menu, memunculkan halaman materi pembelajaran, menggeser halaman materi pembelajaran secara vertical, dan memindah antar halaman materi pembelajaran. Masyarakat dapat mengunduh aplikasi-aplikasi tersebut melalui situs m.p4tkmatematika.org. Sejumlah materi yang telah tersedia di antaranya Teorema Phytagoras, Persamaan Linear, dan Trigonometri.

Aplikasi MML berbasis WAP merupakan aplikasi perangkat lunak pembelajaran yang dikembangkan dengan PHP dan diinstal pada web server. Aplikasi dan konten pembelajaran dapat diakses melalui telepon selular yang mendukung WAP dan telah dilengkapi browser internet. Selain fungsi menu browsing, content browsing, dan navigasi seperti pada aplikasi MML berbasis JAVA, aplikasi MML berbasis WAP ini juga melayani fungsi latihan soal(kuis) interaktif. Masyarakat dapat mengakses aplikasi ini di wap.p4tkmatematika.com melalui telepon selular. Situs ini berisi tentang materi-materi pembelajaran dan soal-soal latihan interaktif. Materi pembelajaran yang tersedia, tidak hanya untuk mata pelajaran matematika, tetapi ada juga mata pelajaran biologi, dan akan terus dikembangkan untuk mata pelajaran lain. Materi-materi yang tersedia antara lain Himpunan, Persamaan Kuadrat, dan Pertidaksamaan. Untuk mata pelajaran biologi, materi yang tersedia antara lain Keragaman Hayati dan Sistem Pencernaan. Selain itu, tersedia juga halaman Latihan Soal Online. Di halaman ini masyarakat dapat berlatih mengerjakan soal-soal secara interaktif untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK dan akan terus dikembangkan untuk mata pelajaran lain. Saat ini, soal berupa pilihan ganda. Pengguna dapat memasukkan jawaban dengan cara mengetikkan pilihan jawaban pada tempat yang tersedia, kemudian akan dicek apakah jawaban yang dimasukkan benar atau salah.

Beberapa kelebihan dari MML antara lain :

  1. Pengguna dapat mengakses konten-konten pembelajaran kapan-pun dan di mana-pun karena menggunakan telepon seluler yang merupakan perangkat yang dapat dibawa kemana-mana.
  2. Aplikasi-aplikasi pada MML sengaja dibuat berukuran kecil sehingga tidak memerlukan kapasitas memori telepon selular yang besar. Aplikasi berukuran kecil juga sangat menguntungkan pengguna secara finansial, karena dapat memperkecil biaya pengunduhan. Aplikasi-aplikasi ini rata-rata berukuran 100 kb, sehingga biaya pengunduhan hanya sekitar Rp. 100,00 saja. Sebagai gambaran, aplikasi Teorema Phytagoras yang merupakan aplikasi MML berbasis Java hanya berukuran 76 kb, sehingga biaya pengunduhan hanya Rp. 76,00 saja. Saat penulis menyarankan kepada para siswa agar mengunduh aplikasi-aplikasi pembelajaran dalam MML, para siswa yang memiliki telepon seluler sangat antusias mendownload beberapa aplikasi MML. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari iming-iming murahnya biaya pengunduhan yang dilakukan oleh penulis.
  3. MML berpotensi untuk memancing keingintahuan masyarakat sehingga masyarakat menjadi semakin tertarik untuk belajar lebih banyak lagi tentang matematika dan mitos bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan dan membosankan dapat perlahan-lahan terhapus.

Namun MML juga memiliki beberapa keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan tersebut antara lain :

  1. Untuk memperkecil ukuran file, dengan harapan biaya pengunduhan dapat ditekan semurah mungkin, aplikasi-aplikasi pada MML-Java hanya berupa teks dan gambar tanpa animasi. Padahal menurut pengalaman penulis, animasi pada materi pembelajaran sangat berguna untuk membantu memahami konsep dari materi yang sedang dipelajari. Sebagai contoh, pada pembelajaran geometri ruang, animasi sebuah kubus yang digunting sehingga menghasilkan sebuah jaring-jaring kubus akan sangat membantu pembelajar untuk memahami pengertian jaring-jaring kubus.
  2. Keterbatasan pada masalah jaringan. Harus diakui bahwa mengakses internet menggunakan telepon seluler memerlukan waktu yang lebih lama dibanding mengakses dengan menggunakan PC atau laptop.
  3. Beberapa aplikasi tidak dapat diinstal dengan sempurna pada beberapa merk dan tipe telepon selular tertentu. Sebagai contoh, penulis pernah menginstal aplikasi Trigonometri pada telepon seluler Nexian NXG900. Namun aplikasi ini tidak dapat dijalankan dengan baik. Saat dijalankan, fungsi navigasi tidak berjalan. Yang nampak hanya halaman menu utama saja. Halaman materi pembelajaran tidak dapat diakses.
  4. Keterbatasan materi pembelajaran. Konten yang tersedia belum beragam. Sebagian besar materi yang terdapat dalam kurikulum belum tersedia, baik pada MML-Java maupun MML-WAP.
  5. Keterbatasan ketersediaan perangkat. Di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di kota-kota kecil seperti di kota tempat penulis tinggal, belum banyak siswa yang memiliki telepon seluler sehingga hanya sebagian kecil siswa yang memiliki akses terhadap MML.
  6. Keterbatasan yang disebabkan oleh kultur setempat. Sampai saat ini, khususnya di sekolah tempat penulis mengajar, memegang telepon seluler pada saat kegiatan belajar mengajar adalah hal yang tabu dan dilarang oleh peraturan sekolah. Hal ini dilatarbelakangi oleh penyalahgunaan pemanfaatan telepon seluler oleh siswa dan belum memasyarakatnya penggunaan telepon seluler sebagai media pembelajaran.

Meskipun memiliki beberapa keterbatasan, namun MML masih berada dalam proses pengembangan dan penyempurnaan. P4TK Matematika masih terus mengembangkan dan mengevaluasi MML sehingga diharapkan suatu saat MML dapat menjadi mitra belajar yang menarik dan menyenangkan bagi siswa, guru, maupun masayarakat pada umumnya. Semoga pendidikan Indonesia dapat menjadi lebih baik dengan adanya pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini.

Daftar Rujukan

Tamimuddin, M. Pemanfaatan Mathematics Mobile Learning dalam Pembelajaran Matematika, Makalah disajikan dalam Seminar dan Lokakarya Pengembangan dan Pemecahan Masalah Pembelajaran Matematika Berbasis ICT, PPPPTK Matematika Yogyakarta, 10 – 11 Juni 2008.

­­­­­_________, Mobile Learning, http://m.p4tkmatematika.org, Diakses tanggal 1 Januari 2010.

_________, Latihan Soal Online, http://wap.p4tkmatematika.com, Diakses tanggal 26 Januari 2010.